• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

Mosaic MennonitesMosaic Mennonites

Missional - Intercultural - Formational

  • Halaman Utama
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Staff
    • Dewan & Komite
    • Petunjuk Gereja & Pelayanan
    • Memberi
    • Tautan Mennonite
  • Media
    • Artikel
    • Informasi Berita
    • Rekaman
    • Audio
  • Sumber daya
    • Tim Misi
    • Antar Budaya
    • Formasional
    • Penatalayanan
    • Keamanan Gereja
  • Peristiwa
    • Pertemuan Konferensi
    • Kalender Konfrens
  • Institut Mosaic
  • Hubungi Kami
  • English (Inggris)
  • Español (Spanyol)
  • Indonesia

Assembly 2025

Pertemuan Konferensi 2025 yang Dipenuhi Roh Kudus – Jadilah Saksi-Ku

November 6, 2025 by Cindy Angela

“Saya bersyukur kepada Tuhan yang mengumpulkan kita bersama. Saya bersyukur atas konferensi yang bersedia untuk bergumul bersama, bersedia untuk berbicara, mengundang, menantang, dan jujur,” ujar Danilo Sanchez, Leadership Minister for Intercultural Transformation, dalam sambutan pembuka Pertemuan Tahunan Mosaic Mennonite Conference pada 1 November 2025.

Danilo Sanchez membuka kebaktian dalam doa.

“Saya tidak tahu bagaimana Roh Kudus akan hadir hari ini, tetapi kami bersyukur atas kehadiranmu dan kepada Allah yang kami layani,” lanjutnya.

Pagi hari dimulai dengan ibadah yang penuh semangat, dipimpin oleh tim yang mewakili tujuh negara dan sedikitnya sembilan bahasa. Tim tersebut menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa satu sama lain, mewujudkan keragaman kaya yang dimiliki konferensi. Pemimpin pujian Makinto menulis lagu baru khusus untuk pertemuan ini, berjudul “We Are Your Witnesses.”

Tema Sidang tahun ini, Be My Witnesses (Kisah Para Rasul 1:6–8), diperkenalkan melalui pembacaan Alkitab dalam enam bahasa yang digunakan di konferensi—Kanton, Rusia, Indonesia, Kirundi, Inggris, dan Spanyol.

(Tontonan ulang bisa dilihat disini; foto-foto bisa dilihat disini). 

Team Praise and Worship memimpin pujian dalam berbagai bahasa.
Semua yang memuji Tuhan bersama.

Dalam khotbahnya, Rev. Dr. Meghan Larissa Good menyampaikan visi tentang pembaruan kesaksian Anabaptis yang berakar pada Yesus sebagai pusat dari segala sesuatu. Ia merenungkan kecenderungan orang Anabaptis untuk “bangga akan kerendahan hati mereka sendiri” dan mengingatkan para jemaat bahwa yang terpenting adalah kerajaan Yesus, bukan denominasi tertentu.

“Jika ada satu hal yang bisa mematikan kesaksian kita dalam 50 tahun ke depan, itu adalah usaha kita untuk menyelamatkan diri sendiri,” tantangnya. “Gereja yang siap menjadi saksi adalah gereja yang siap memberikan hidupnya demi sesuatu yang lebih baik.”

“Tuhan tidak mengecualikan siapa pun. Tuhan tidak menyia-nyiakan siapa pun. Jika kamu ingin menjadi bagian dari misi Yesus, jawabannya adalah ‘ya,’” tambahnya dengan semangat.

Pemimpin Eksekutif Stephen Kriss mendoakan Meghan Larissa Good sebelum kotbahnya.

Waktu ibadah juga mencakup sambutan dan doa bagi tiga gereja anggota baru: Iglesia Menonita del Cordero (Brownsville, TX), Iglesia Menonita Fuente de Agua Viva (Los Fresnos, TX), dan Redemption Church of Bristol (PA).

Iglesia Menonita del Cordero (Brownsville, TX) adalah salah satu gereja yang disambut masuk kedalam Konferensi Mosaik.

Peserta juga menghormati lima pemimpin berlisensi yang telah meninggal selama tahun lalu dan mengakui dua gereja (Salem Mennonite [Quakertown, PA] dan Vincent Mennonite [Spring City, PA]) serta satu pelayanan terkait konferensi (CRM), Spruce Lake Retreat [Canadensis, PA], yang telah keluar dari Mosaic.

Sebanyak enam belas pemimpin Mosaic—baik yang baru menerima lisensi, ditahbiskan, memindahkan lisensi, maupun memperbarui lisensi—didoakan dengan pengurapan minyak, dan kemudian mereka juga menawarkan pengurapan bagi siapa pun yang ingin menerimanya.

Pemimpin-pemimpin baru memberkati para jemaat.

Dalam sesi pagi, 165 delegasi menyatakan komitmen terhadap pedoman komunikasi yang saling menghormati, berbagi perjamuan kudus, dan berdiskusi tentang rekomendasi dewan mengenai afiliasi denominasi.

(Baca lebih lanjut tentang sesi delegasi dan hasil pemungutan suara mengenai afiliasi dengan MC USA.)

Waktu makan siang menjadi kesempatan untuk bersekutu dan berjejaring dengan para pemimpin dari Conference-Related Ministries (CRM) dan lembaga mitra lainnya.

Pada sesi siang, Makinto dan Mukarabe Makinto, Pendeta dari LA Faith Chapel (CA) dan Direktur Amahoro International (CRM), memimpin peserta dalam ritual drum dan pembangunan perdamaian yang bersifat partisipatif, terinspirasi dari Kisah Para Rasul 1:6–8.

Peserta kemudian diundang untuk berdiskusi dalam kelompok meja mengenai Centering Document baru Mosaic Conference dan memberikan umpan balik secara lisan maupun tertulis.

Beny Krisbianto, pendeta Nations Worship Center (Philadelphia, PA), mencatat bahwa kelompoknya menekankan pentingnya menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan konferensi, yang akan menghasilkan banyak buah, dan bahwa mendengarkan satu sama lain di tengah berbagai perbedaan akan melahirkan “teologi yang kaya.”

Di akhir diskusi tentang Centering Document, Emily Ralph Servant, Leadership Minister for Strategic Priorities, menyampaikan, “Semua masukan dari kelompok meja akan dibagikan kepada dewan. Ini adalah dokumen yang hidup. Seiring dengan terus diterimanya masukan dari kalian, dewan akan terus bekerja mengekspresikan siapa kita sebenarnya.”

Konferensi juga menghormati anggota dewan yang masa tugasnya berakhir tahun ini: Kiron Mateti (Plains Mennonite, Hatfield, PA), Angela Moyer Walter (Ripple Church, Allentown, PA), Herman Sagastume (Healthy Niños Honduras) dan Rodger Schmell (Deep Run West, Perkasie, PA).

Selain pertemuan utama pada hari Sabtu, akhir pekan tersebut juga mencakup acara “Witness Together” pada Jumat malam—sebuah malam ibadah, pembangunan relasi lintas budaya, dan pembekalan tentang tiga prioritas utama Mosaic: formasi rohani, misi, dan transformasi lintas budaya.

Pada hari Minggu, berbagai gereja di Pennsylvania menerima kunjungan dari para pemimpin Mosaic dan pengkhotbah tamu dari para pendeta serta lembaga mitra Mosaic.


Mosaic values two-way communication and encourages our constituents to respond with feedback, questions, or encouragement. To share your thoughts or send a message to the author(s), contact us at communication@mosaicmennonites.org.   

Filed Under: Articles, Articles, Majelis Konfrens, Majelis Konfrens Tagged With: Assembly 2025, Conference News, featured_article

Delegasi Menyetujui Rekomendasi Dewan Mosaic untuk Keluar dari MC USA dengan Dukungan 74%

November 6, 2025 by Cindy Angela

Lebih dari 300 orang berkumpul dalam Sidang Tahunan Mosaic Mennonite Conference pada 1 November 2025 di gedung Souderton Mennonite Church (PA). Dengan tema “Be My Witnesses” (Kisah Para Rasul 1:6–8), hari itu diawali dengan ibadah dan kesempatan memperdalam relasi.

Perjamuan Kudus di sesi pagi.

Dalam sesi pagi, para delegasi melakukan Perjamuan Kudus, dan meneguhkan anggota dewan dan komite yang telah melayani, serta meneguhkan anggota dewan dan ketua komite yang baru, yaitu:

  • Roy Williams, Moderator Konferensi (masa jabatan 3 tahun, mulai Jan. 2026) – College Hill Mennonite, Tampa, FL
  • Janet Panning, Asisten Moderator (masa jabatan 3 tahun, mulai Jan. 2026) – Plains Mennonite, Hatfield, PA
  • Jim Musselman, Sekretaris Dewan (masa jabatan ke-3, mulai Jan. 2026) – Zion Mennonite, Souderton, PA
  • Haroldo Nunes, anggota umum (at-large) (masa jabatan 1) – Resplandece Mennonite, Florida, Kolombia dan hibrida
  • Jenny Fujita, anggota umum (at-large) (masa jabatan 1) – Blooming Glen [PA] Mennonite
  • Lucy Hananto Parsono, anggota umum (at-large) (masa jabatan 2) – International Worship Center, San Gabriel, CA
  • Michael Howes, Ketua Komite Pelayanan (Ministerial Committee) (masa jabatan 1) – West Swamp Mennonite, Quakertown, PA
  • Lindy Backues, Ketua Komite Pelayanan Terkait Konferensi (CRM Committee) (masa jabatan 1) – Philadelphia [PA] Praise Center
  • Emmanuel Mwaipopo, Ketua Komite Antarbudaya (Intercultural Committee) (masa jabatan 1) – Nueva Vida Norristown [PA] New Life
Para delegasi duduk di meja.
Mukarabe and Makinto (LA Faith Chapel) memimpin penabuhan drum untuk perdamaian berdasarkan Kisah Para Rasul 1:6-8.



Rekomendasi Dewan tentang Afiliasi

Executive Committee Mosaic membagikan kepada para delegasi alasan di balik rekomendasi “untuk tidak melanjutkan keanggotaan Mosaic Mennonite Conference dengan Mennonite Church USA dan menumbuhkan kemitraan yang sehat dan saling membangun dengan MC USA, Mennonite World Conference, serta komunitas Anabaptis lainnya.”

“Dewan tidak membuat rekomendasi ini dengan enteng,” ujar Conference Moderator Angela Moyer Walter. “Bagi sebagian dari kita, hubungan ini telah berjalan dengan baik dan keputusan ini menimbulkan kehilangan serta kebingungan. Namun bagi sebagian lain, hubungan ini menyakitkan dan mereka sudah siap untuk berpisah sejak tahun lalu. Tugas kami sebagai pemimpin adalah memberikan rekomendasi terbaik bagi keseluruhan tubuh Mosaic.”

Moyer Walter menjelaskan bahwa upaya untuk membangun struktur kemitraan baru dengan MC USA menghadapi banyak ketegangan. “Keanggotaan kami saat ini terlalu membatasi banyak pihak dan memutuskan hubungan dengan relasi yang justru sedang tumbuh dan berkembang,” ujarnya. “Ketika kami mencoba membicarakan hal ini dengan MC USA, kami justru disambut dengan sikap meremehkan, mengabaikan, dan kaku—alih-alih kolaborasi yang kreatif.”

“MC USA menyarankan rekonsiliasi, dan itu membutuhkan kejujuran serta kesediaan untuk mendengar dan berubah agar pemulihan bisa terjadi. Namun MC USA tetap kaku dalam tanggapan mereka—lebih banyak memberi instruksi daripada mencari solusi bersama, serta lebih sering menulis surat daripada berbicara langsung tatap muka.”

Assistant Moderator Roy Williams menambahkan, “Tahun ini menyedihkan karena MC USA bukan lagi seperti yang saya bantu bentuk di akhir tahun 90-an. Sejak awal, struktur itu membutuhkan pemeliharaan dan pembaruan karena banyak kompromi yang dibuat agar bisa berdiri. Namun pembaruan itu tidak pernah terjadi. Kini mereka sangat membutuhkan perubahan struktur, tetapi bukannya bekerja sama dengan kami mencari solusi, mereka tetap berpegang pada struktur lama. Kita tidak bisa membiarkan kekakuan dan ketidakmampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan demografi gereja dan dunia memengaruhi kesehatan dan kehidupan yang kita temukan di Mosaic.”

Sonya Stauffer Kurtz (Zion Mennonite) memberikan ringkasan pembicaraan dari kelompok mejanya.
Delegasi yang berkumpul di California. Foto oleh Hendy Matahelemual.
Danilo Sanchez memberikan rangkuman dari delegasi yang hadir secara virtual menggunakan Zoom.

Para delegasi berdiskusi dalam kelompok meja mengenai rekomendasi dewan tersebut, dan para pemimpin meja diminta untuk melaporkan hasil percakapan dari kelompok masing-masing.

“Ini adalah waktu untuk mengambil keputusan,” ujar Jeannine Adams dari Garden Chapel (Victory Gardens, NJ). “Ke depan, kita harus terus mendengarkan—apa pun hasilnya—dan kepemimpinan di semua tingkatan perlu mendengar dan mendukung.”

Pada sesi siang, para delegasi memberikan suara terhadap rekomendasi dewan menggunakan sistem hijau–kuning–merah. Dari 165 delegasi yang mewakili gereja-gereja dan Conference-Related Ministries (CRM): 64% memilih hijau (mendukung rekomendasi), 10% memilih kuning (menyerahkan keputusan kepada rekomendasi), 23% memilih merah (tidak mendukung), dan 3% abstain (menurut peraturan konferensi, suara abstain dihitung sebagai “tidak mendukung”).

Dengan dukungan total 74%, rekomendasi ini disetujui, melampaui ambang batas dua pertiga suara yang diperlukan untuk perubahan peraturan.

Sebelum hasil diumumkan, Noel Santiago, Leadership Minister for Missional Transformation, mengajak refleksi:

“Cerita kita bersama lebih besar dari satu keputusan ini saja. Apa pun yang kita rasakan—sukacita, duka, kemarahan, ketidakpastian—Tuhan menerima semuanya itu dan memeluk kita dengan kasih dan anugerah. Ketika hasil diumumkan, mari kita tanggapi dengan tenang dan doa, agar kita tetap peka terhadap Tuhan dan satu sama lain.”

Moderator Konferensi Angela Moyer Walter dan Sekretaris Dewan Jim Musselman mengumumkan hasil penghitungan surat suara.

Melangkah Maju

Setelah pemungutan suara, Roy Williams, yang akan mulai menjabat sebagai Moderator pada Januari 2026, menegaskan komitmennya: “Saya dilatih untuk melayani di tempat saya dipanggil, dan saya akan melakukannya di Mosaic.”

Executive Minister Stephen Kriss berterima kasih kepada para delegasi atas kebijaksanaan mereka dan mengakui beratnya keputusan tersebut. “Hari ini kita telah melakukan pekerjaan yang serius, bersejarah, dan menyakitkan,” ujarnya. “Saya berkomitmen untuk menolong kita hidup sesuai dengan visi dan misi kita, serta menciptakan ruang di mana setiap komunitas dan individu dapat bertumbuh.”

Kriss menekankan bahwa gereja-gereja yang ingin tetap terhubung dengan MC USA harus memberi tahu Leadership Minister mereka. “Kami akan bekerja bersama gereja-gereja yang ingin mempertahankan hubungan itu, dan saya berkomitmen membantu mereka yang ingin memiliki keanggotaan ganda, meskipun hal tersebut saat ini belum tercantum dalam peraturan kita.”

Ia menutup dengan semangat yang akan menuntun Mosaic ke depan: “Kita akan terus menjadi umat yang membawa damai Kristus. Kita akan terus mengerjakan hal-hal yang sulit. Keputusan ini memberi kita ruang dan tantangan untuk terus menapaki panggilan Allah bagi kita.”

Menyebut hasil ini sebagai “keputusan yang bersifat ganda” (both/and), Kriss menegaskan bahwa keputusan ini bukan hanya untuk mengakhiri keanggotaan, tetapi juga untuk membangun kemitraan baru yang sehat. “Sekarang tugas kita adalah tetap di meja persekutuan dan memperluas relasi-relasi itu.”

Keputusan resmi penghentian keanggotaan Mosaic Mennonite Conference dengan MC USA mulai berlaku pada 3 November 2025.


Mosaic values two-way communication and encourages our constituents to respond with feedback, questions, or encouragement. To share your thoughts or send a message to the author(s), contact us at communication@mosaicmennonites.org.   

Filed Under: Articles, Majelis Konfrens Tagged With: Assembly 2025, Conference News, featured_article

Sebuah Surat untuk Para Delegasi Mosaic Conference

October 30, 2025 by Cindy Angela

oleh Maribeth Benner

Kepada para delegasi dan anggota Mosaic Mennonite Conference:  

Saya merekomendasikan untuk dengan hormat memberikan suara MERAH (Tidak) pada Pertemuan Delegasi Mosaic Mennonite Conference mendatang. 

Dewan Mosaic Mennonite Conference dan Dewan Mennonite Church USA (MC USA) telah berada dalam situasi yang sangat sulit sejak pemungutan suara delegasi Mosaic pada November 2024. Pemungutan suara tersebut, yang disahkan dengan 40% suara setuju (dan 31% mengikuti, total 71%), mengarahkan Dewan Mosaic untuk membentuk kemitraan dengan MC USA, sementara Mosaic masih menjadi konferensi anggota. Sepanjang tahun ini, MC USA terus berhubungan dengan Mosaic sebagai konferensi anggota, dan komunikasi antara kedua pihak berjalan sulit. 

Dewan Mosaic telah sebagian menindaklanjuti arahan hasil keputusan para delegasi November 2024 dengan membawa usulan untuk mengundurkan diri dari MC USA ke Pertemuan Delegasi bulan November 2025 ini. Mereka belum dapat menindaklanjuti arahan untuk membangun kemitraan yang kuat dengan MC USA. Namun, dapat diakui bahwa mereka telah berupaya melakukannya, dan proposal mereka pada November 2025 tetap menyertakan harapan untuk membangun kemitraan tersebut. 

Beberapa hal penting telah terjadi sejak pemungutan suara delegasi November 2024 yang dapat menjadi pertimbangan bagi para delegasi pada majelis November 2025 ini: 

  1. Dewan Eksekutif MC USA telah menawarkan untuk melakukan proses mediasi dengan Dewan Mosaic. Tawaran tersebut masih terbuka.
  2. Para pemimpin dalam Majelis MC USA pada Juli 2025 menyampaikan bahwa kita sebagai anggota MC USA akan terlibat dalam proses restrukturisasi, sesuatu yang juga telah disebut oleh Dewan dan staf Mosaic sebagai kebutuhan MC USA. 

Jika dengan hormat memilih Suara MERAH (Tidak), kita: 

  1. Menghargai kerja keras Dewan Mosaic sepanjang tahun lalu.
  2. Menghargai beban berat yang harus ditanggung Dewan Mosaic untuk menentukan tindakan apa yang akan diajukan pada rapat majelis November 2025 ini. 
  3. Membebaskan Dewan Mosaic untuk memilih apakah akan terlibat dalam mediasi dengan MC USA atau tidak, tanpa terikat pada tenggat waktu tertentu. Dewan Mosaic dapat berfokus pada pekerjaan utama mereka, yaitu menjadi Mosaic, sebagaimana telah mereka nyatakan pada bulan Mei lalu. Mereka dapat melakukan hal ini tanpa harus menjalani transisi besar untuk mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh MC USA bagi kita.
  4. Membebaskan kita sebagai anggota jemaat yang merupakan bagian dari Mosaic dan MC USA untuk tetap berpartisipasi dalam kedua lingkup tersebut—konferensi dan denominasi. Kita akan tetap dapat: 
    • Berelasi sebagai konferensi saudara dengan 14 konferensi lainnya di MC USA. Anggota Mosaic berjumlah sekitar 1/6 dari total anggota MC USA. Kita dapat saling memberkati dan menerima berkat dengan menjadi bagian dari gereja yang lebih luas ini bersama semua anggota MC USA lainnya. 
    • Mengirim delegasi perwakilan ke Konvensi Mennonite, dan baik sebagai delegasi maupun peserta umum, kita dapat menikmati kesempatan pertumbuhan rohani dan pembangunan relasi melalui lokakarya, studi Alkitab, ibadah, serta pelayanan bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa. 
    • Mengirim para pemimpin untuk menjadi bagian dari Constituency Leadership Council demi persekutuan, saling mendukung, serta memberikan masukan bagi Dewan Eksekutif, staf, dan gereja yang lebih luas di MC USA. 
    • Menerima dan berkolaborasi dalam pengembangan di bidang pendidikan Mennonite, kehidupan dan iman Kristen, musik gereja, pelayanan Hispanik, penanaman gereja, kepemimpinan perempuan, penghapusan rasisme, dan keadilan iklim. 
    • Menerima dukungan kepemimpinan pastoral dalam proses pencarian dan transisi pendeta yang disediakan oleh MC USA. 
    • Mengajukan beasiswa bagi mahasiswa BIPOC (Black, Indigenous, and People of Color) yang bersekolah di lembaga pendidikan Mennonite. 
    • Bersama-sama menjadi saksi damai dengan saudara-saudara kita di seluruh Gereja Mennonite di Amerika Serikat. 
    • Mendukung dan berpartisipasi dalam proses restrukturisasi MC USA, yang merupakan hal penting dan menjadi kesempatan bagi kita untuk ikut terlibat. 

Saat kita dengan hormat memilih Suara MERAH (Tidak), kita mengakui bahwa ada peluang bagi rekonsiliasi untuk terjadi dan mengundang pekerjaan kreatif Tuhan di tengah orang-orang yang telah menjadi bagian dari Mosaic dan MC USA yang mengalami perpecahan. 

Saat kita dengan hormat memilih Suara MERAH (Tidak), hal ini bersifat membebaskan, membawa kita ke tempat yang baru dan tidak lagi terjebak dalam kebuntuan yang kita alami sepanjang tahun lalu. 

Saya menulis ini dengan kerendahan hati, menyadari bahwa saya tidak sepenuhnya memahami semua faktor yang memengaruhi setiap orang dalam situasi ini. Ini hanyalah analisis terbaik saya terhadap keadaan yang sedang kita hadapi saat ini. 


          Maribeth Benner

          Maribeth Benner adalah seorang pendeta Mennonite, guru, pendidik dan ibu dari dua anak perempuan dewasa. Maribeth tinggal di Telford, Pennsylvania dengan suaminya Darin.

          Filed Under: Articles, Articles Tagged With: Assembly 2025, Assembly 2025

          Perjalanan Iman dan Persekutuan Kita

          October 30, 2025 by Cindy Angela

          Refleksi dari Komunitas Mennonite Indonesia di Mosaic Conference 

          oleh Hendy Matahelemual

          Komunitas imigran Mennonite Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat telah mengalami banyak berkat sekaligus tantangan nyata. Hidup di budaya baru telah mengasah dan menantang kami, kadang dengan cara yang sulit. Ketegangan budaya, mikroagresi, dan rasisme menjadi bagian dari pengalaman kami sehari-hari, bahkan di lingkungan Kristen. Namun kami terus menemukan kekuatan di dalam Tuhan dan komunitas gereja kami. Gereja telah menjadi pusat kehidupan kami—tempat kami diingatkan akan kesetiaan Tuhan serta menemukan rasa memiliki, kesembuhan, dan pengharapan. 

          Di tengah berbagai tantangan ini, hubungan kami dengan komunitas Mennonite lain di Amerika Serikat telah menjadi sumber dorongan dan dukungan yang berharga. Hubungan kami dengan Mennonite Church USA (MC USA) dulu bersifat positif dan bermakna, namun dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih rumit dan sulit. 

          Perjalanan saya dalam persekutuan ini dimulai ketika saya bergabung dengan Franconia Conference (yang kini menjadi Mosaic Conference) dan menghadiri Konvensi Mennonite pertama saya di Orlando, Florida, pada tahun 2017 melalui program Servant Leader. Pada tahun 2021, saya mendapat kehormatan untuk melayani sebagai salah satu pemimpin pujian di MennoCon, Cincinnati, Ohio. Saya juga berpartisipasi dalam Hope for the Future, sebuah pertemuan nasional para pemimpin dari kelompok ras dan etnis minoritas, serta terlibat dalam Mennonite Men, di mana saya melayani sebagai anggota dewan. Semua pengalaman ini memperkuat komitmen saya terhadap komunitas Mennonite yang lebih luas. 

          Sangat disayangkan bahwa banyak hal baik yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjadi tertutupi oleh cara Resolution for Repentance and Transformation diperkenalkan dan disahkan dalam Sesi Delegasi Spesial di Kansas City pada tahun 2022. Prosesnya kurang memiliki kepekaan lintas budaya dan terasa sepihak. Percakapan dipersingkat karena keterbatasan waktu, sehingga hampir tidak ada ruang untuk dialog yang tulus—terutama bagi mereka yang baru pertama kali bertemu. Sebagai seseorang yang bahasa pertamanya bukan bahasa Inggris, proses ini saya alami sebagai sesuatu yang bersifat eksklusif dan, dalam banyak hal, diskriminatif. 

          Resolusi tersebut memaksakan kerangka dan bahasa budaya tertentu—menggunakan istilah dan kata-kata yang tidak selalu mencerminkan konteks, budaya, atau keyakinan kami. Sebagai imigran Indonesia, kami sering merasa tidak berdaya di bawah pengaruh dominan kelompok mayoritas kulit putih, yang menekan kami untuk menyetujui nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya dan keyakinan kami. 

          Apa yang sudah terjadi tidak dapat diubah. Pertanyaannya sekarang adalah: apa yang dapat kami lakukan sebagai komunitas Indonesia Mennonite Kristen? Tanggapan kami bergantung pada mereka yang bersedia mendengarkan dan berjalan bersama kami. 

          Meskipun banyak gereja telah memilih untuk keluar dari Mosaic Conference atau MC USA, kami memilih untuk tetap bersama Mosaic. Kami membutuhkan naungan rohani, perhatian, dan dukungan. Kami sangat bersyukur kepada Mosaic Conference yang telah menunjukkan pengertian, kasih, dan kesadaran lintas budaya yang tulus. Komunitas Mennonite Indonesia di Amerika Serikat merasa bahwa suara kami sungguh didengarkan oleh Mosaic, dan kami merasa lebih dekat dengan Mosaic daripada dengan MC USA. 

          Ada banyak hal yang tidak dapat saya tuliskan di sini. Dalam budaya kami, ada hal-hal yang tidak pantas diungkapkan secara tertulis, tetapi bukan berarti hal-hal tersebut tidak dapat dibicarakan secara langsung. Salah satu tantangan bagi budaya dominan kulit putih di Amerika adalah belajar untuk mendengar hal-hal yang tidak diucapkan dan melihat hal-hal yang tidak tertulis, serta memahami bahwa kenyataan-kenyataan yang tak terucap dan tak tertulis itu sungguh ada. 

          MC USA tidak mewakili suara komunitas imigran Mennonite Indonesia di Amerika Serikat. Karena itu, kami percaya bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan keanggotaan adalah langkah yang tepat. Kami tidak memandang hal ini sebagai perpecahan, melainkan sebagai kesempatan bagi Mosaic untuk bertumbuh—membangun hubungan yang saling menajamkan sebagai saudara seiman yang setara di dalam Kristus. 

          Atas dasar itu, Komunitas Mennonite Indonesia di Mosaic mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Mennonite World Conference (MWC) dan mengundang mereka untuk bertindak sebagai mediator antara Mosaic dan MC USA, membantu menyatukan kita di bawah keluarga besar MWC, agar bersama-sama kita dapat berjalan dalam kesatuan, berpusat pada Yesus, dan terus menjadi saksi akan damai-Nya di dunia yang sangat membutuhkannya. 


          Hendy Matahelemual

          Hendy Matahelemual adalah pastor dari Indonesian Light Church, Philadelphia, PA.

          Filed Under: Articles, Articles Tagged With: Assembly 2025, Assembly 2025

          Primary Sidebar

          • Halaman Utama
          • Tentang Kami
            • Sejarah
            • Visi & Misi
            • Staff
            • Dewan & Komite
            • Petunjuk Gereja & Pelayanan
            • Memberi
            • Tautan Mennonite
          • Media
            • Artikel
            • Informasi Berita
            • Rekaman
            • Audio
          • Sumber daya
            • Tim Misi
            • Antar Budaya
            • Formasional
            • Penatalayanan
            • Keamanan Gereja
          • Peristiwa
            • Pertemuan Konferensi
            • Kalender Konfrens
          • Institut Mosaic
          • Hubungi Kami

          Footer

          • Home
          • Hubungi Kami
          • Pertemuan Konferensi
          • Visi & Misi
          • Sejarah
          • Formasional
          • Antar Budaya
          • Tim Misi
          • Institut Mosaic
          • Memberi
          • Penatalayanan
          • Keamanan Gereja
          • Artikel

          Copyright © 2026 Mosaic Mennonite Conference | Privacy Policy | Terms of Use
          Aligned with